Home Owner Tutobies Other Friends Themes

Kamis, 24 Maret 2016

Ziarah Wali & Study Tour Story (3)


  Hai, assalamu'alaikum!! Resti post kelanjutan cerita kemarin. Read more yuk, lebih seru ceritanya!!


   Zzzz.........terakhir kali aku cerita aku lagi tidur. Waktu bangun tidur pukul 04.30 (kira-kira), Pak Agung menyampaikan pengumuman bahwa sebentar lagi kita akan sampai di kompleks Makam Sunan Gunungpring, disana kita dipersilakan untuk makan, mandi dan sholat subuh. Oaaahm......aku mulai menguap karena bau saja bangun tidur malah sudah sampai. Ketika bus berhenti di tempat parkir bus, aku langsung mengambil mukena dan pergi ke mushola. Di mushola, aku wudhu dan sholat subuh berjamaah, imamnya Bapak Anwari. Selesai sholat, aku kebingungan antara mandi dulu atau ke makam. Aku kemudian kembali ke dalam bus mempersiapkan alat mandi. Tetapi, Pak Agung yang ada diluar bus menyampaikan pengumuman bahwa ke makam dulu, baru mandi. Aku langsung menyimpan kembali alat mandiku dan langsung berlari keluar bus tanpa membawa apapun.

   Aku langsung berlari dan hampir ketinggalan. Untung Dhea (teman sekelasku) masih tertinggal dan bisa menemaniku menuju makam. Aku dan Dhea berlari hingga menyusul rombongan hingga paling depan. Namun, kami harus ngos-ngosan karena kami harus berlari menaiki tangga. Aku mulai berjalan sangat pelan. "Disini seperti ke makam Sunan Giri" ujarku. Makam Sunan Giri memang seperti ini, tangganya panjang sekali seperti tak sampai-sampai. Walaupun begitu, aku dan Dhea bersemangat sekali. Ditengah jalan, ada penjual buah salak pondoh. Aku ingin membelinya, tapi aku tak bawa apapun, uang pun kutingalkan di bus. Alhasil, keinginanku itu kubuang jauh-jauh.

  Ketika sudah sampai di makam, suasananya sejuk sekali (maklum, ada di bukit bambu). Aku keasyikan menikmati pemandangan alam dari makam. Dhea sampai mengajakku cepat-cepat. Ketika sampai didepan Makam Sunan Gunungpring (Raden Santri) aku dan rombongan memulai acara.......................

Assalam'alaikum ya waliyallah Sunan Gunungpring warohmatullohi wabarokatuh ji'nakum zaairin wa'ala maqomikum waakifiin.................................

Seperti biasanya, membaca qosidah arwah, tahlil, dan berdoa kepada Allah S.W.T.

  Selesai, aku dan rombongan lain kembali menuju bus. Ternyata Tsaniya tidak ikut ke makam, karena mandi dengan Salma. Aku dan Dhea bergandengan tangan hinga aku hampir lupa bus. Waktu itu, aku hampir masuk ke bus 2 (bus yang dinaiki Dhea), aku ingat kembali dan langsung kembali ke bus 1 (bus yang kunaiki). Mentari mulai mengeluarkan cahayanya, aku mulai bisa melihat alat-alat mandi yang kubawa dengan jelas. Aku mulai mencari kamar mandi yang sepi agar tidak antri lama. Setelah kutemukan kamar mandi itu, aku langsung mandi dan membayar sewa kamar mandi. Setelah itu aku langsung keluar. Oh ya, dihari kedua itu, aku memakai celana jeans dengan baju biru abu-abu dan kerudung hitam.
(kompleks makam sunan gunungpring)
foto asli jepretanku

  Setelah menyimpan kembali alat-alat mandiku, aku langsung teringat akan makanan dan mulai makan jatah makanku. Jatah makan yang kupilih, lauknya sayur rebung dan tempe. Cukup mengenyangkan untuk perutku yang lapar. Selesai makan, aku kemudian foto-foto didepan bus 1 deh..............

(Kerudung cream: Tsaniya, kerudung merah: Bilqis, kerudung biru: Nadia)

(kerudung merah: Bilqis, kerudung biru: Nadia, kerudung hitam: Resti)

Puas beroto, aku, Tsaniya, Nadia, dan Bilqis kembali ke bus masing-masing karena bus akan berangkat. Bilqis segera kembali ke bus yang dinaikinya (bus 2). Setelah semua komplit, bus mulai lets go ke BOROBUDUR!!

  Di perjalanan menuju Borobudur, aku langsung cak-cek mempersiapkan barang yang harus dibawa kesana. Perjalanan dari Makam Sunan Gunungpring ke Candi Borobudur tidaklah lama karena sama-sama berada di Magelang Jawa Tengah.

  Setelah beberapa lama di perjalanan, kami sampai di tempat parkir Candi Borobudur. Disana, aku turun dari bus. Di tempat parkir itu, ada banyak pedagang yang jual macam-macam. Ada yang jual topi, gantungan kunci, kacamata, dan lainnya. Aku tidak tertarik beli semuanya, sehingga aku tidak beli apapun. Kami para rombongan masih menunggu tiket masuk Borobudur yang masih dipesan.

  Akhirnya......tiket sudah ada!!! Kami langsung menuju ke loket yang agak jauh dari tempat parkir itu. Disana, kami bertemu Pak Yanto (pemandu wisata kami). Pak Yanto menjelaskan cara mempergunakan tiket masuk yang kami pegang masing-masing. Caranya, tiket masuk dimasukkan ke dalam sebuah alat lalu kata mendorong palang pintu kecil. Aku melakukannya dengan lancar.

  Di jalan menuju candi, banyak pedagang minuman (maklum cuacanya sangat panas) tapi aku masih enggan membelinya. Di perjalanan itu, Pak Yanto mengajak kami berfoto dan bercerita singkat tentang Borobudur. Aku yang kepanasan langsung mencari tempat teduh dan meneguk air minum minum milik Salma. Salma memang sudah berkali-kali ke Borobudur karena neneknya berada di Magelang, sehingga ia lebih tahu keadaan disana. Akhirnya, kami berfoto bersama teman-temanku sekelas 6. Kami berfoto bersama sambil memakai spanduk. Aku tidak tahu spanduk itu tulisannya apa.

  Setelah berfoto sambil jalan menuju candi, akhirnya kami sampai di BOROBUDUR TEMPLE. Disana, aku sempat memfoto candi..............




   Aku mulai menaiki candi bersama teman-temanku dan Pak Yanto. Pak Yanto bercerita tentang ukiran-ukiran manusia di dinding candi. Pak Yanto bilang bahwa disitu ada tulisan "wirupa" yang artinya wajah yang buruk. Pada masyarakat kali itu ada gambar orang sedang melakukan hal buruk yaitu minum-minuman keras. Lalu ada lagi gambar yang tidak kumengerti sehingga Pak Yanto menjelaskan. Pak Yanto menjelaskan bahwa pada kepercayaan Buddha, orang akan mengalami reinkarnasi (kalau nggak salah namanya), yaitu orang yang sudah meninggal akan terlahir kembali. Kalau orang baik terlahir menjadi orang baik pula misalnya pendeta, sedangkan orang buuk/jahat terlahir menjadi binatang dan sebagainya. (ini kepercayaan agama Buddha, jadi selain penganut Buddha boleh percaya boleh tidak. Yang beragama Buddha jangan kecewa ya!)



 Setelah itu, aku dan teman-teman berfoto bersama..............tapi foto ini waktu nggak action lho!

(dari kiri atas ke kanan: Salma, Resti, Devi, Dhea, Diana, Nadia, Cici, Aisyah, Annisa, Sofi, Tsaniya, Sindhi, Fitri, Johara, Yuyun, Meilani, Mayang)

(dari kiri bawah ke kanan: Hambali, Ilman, Erik, Feby, Ardani, Revo, Ghossam, Faisal, Feri, Diva)

(yang nggak kefoto, yang keliatan bagian tubuhnya separo: Trio, A'al, Fino, Dani, Bilqis, Widya)

(semua kelas 6 kecuali Johara, Revo, sama Ghossam)


  Sesudah itu, Pak Yanto mengizinkan kami menikmati Borobudur. Bisa berfoto-foto ria!!
Waktu sedang jalan-jalan keliling candi, aku dan teman-temanku lainnya diam-diam difoto seorang turis berbaju pink. Mengetahui kami sedang difoto, kami langsung bergaya ala kami sendiri. Kami juga sempat selfie dengan turis itu. Tiba-tiba "come, come, come" turis menyuruh teman-teman lainnya datang dan selfie bersamanya. Yuhuuuuu....! Tapi sayangnya, turis memfoto kami dengan smartphonenya sendiri. Hiks!! Tapi tidak apa-apa, itu pengalaman yang cukup mengesankan buatku dan teman-teman. Kemudian turis mengucapkan "thank you!" temanku Diva yang tidak jago bahasa Inggris menjawab sekenanya "yo...yo...waswiswusewsewes" hahaha.......tentu saja kami tertawa.

Aku juga foto stupanya!



  Puas foto-foto, aku langsung turun bersama Mayang. Mayang bercerita kepadaku bahwa tadi ia melihat orang Tiongkok ngomong nggak jelas (ya iyalah, kami semua nggak tahu ngomong apa). Setelah turun candi, aku, Devi, dan ibunya Devi pun berjalan menuju tempat parkir bus yang jaraknya 12 mil (ya engaklah, yang pasti jauuuuh banget). Aku saja sampai nggak ngerasa kalau aku jalan, pokoknya nurut sama tulisan "keluar". Aku capek banget, tapi di jalan aku melihat hellokitty melambaikan tangan. Sejenak aku tersenyum, dan kembali berjalan keluar. Di jalan keluar aku juga melewati Museum Borobudur. Disana, aku melihat replika kapal besar. Aku kagum dan ingin memotonya, tapi Devi dan ibunya berjalan cepat sekali hingga aku tak sempat memfoto replika kapal itu. Aku juga membeli oleh-oleh berupa kaus. Setelah berjalan 12 mil (mustahil) akhirnya aku sampai di tempat parkir bus.

  Aaaahh........aku yang tengah kecapekan dan kehausan langsung duduk di tempat duduk sambil meneguk air yang tadi kubeli. Salma yang sudah sampai langsung menghampiri kerabatnya yang sengaja datang. Aku merasa diriku lebih baik dan nyaman, apalagi ketika teman-temanku lain juga sudah sampai. Ketika teman-temanku sudah sampai, aku mencicipi salak pondoh milik Widya. Enak, rasanya manis, renyah, dan menyegarkan. Aku juga sempat memainkan tablet milik Widya bersama Nadia. Dan tentunya iseng.............

(Nadia lagi gajelas lagi ngapa)


Setelah lamaaaaa............istirahat, akhirnya sudah waktu Dzuhur, kami harus sholat Dzuhur jama' taqdim dengan Ashar. Aku, Tsaniya, Widya, dan Bilqis langsung mengambil mukena dan sholat di mushola terdekat. Selesai sholat, Bilqis mencoba topi "My Trip My Adventure" miliknya denagn membalikkan kuncup topi yang semula didepan menjadi disamping. "Eh, boss lagi njajal topi" kata temanku. Mendngar itu, Bilqis langsung melepas topinya. Tiba-tiba, rombongan baik bus 1 maupun bus 2 (yang sudah tak tertinggal sejak ke makam sunan kudus) dipersilakan menuju bus karena akan menuju tujuan berikutnya yaitu.............Malioboro.

Sudah dulu ya ceritaku! Secepatnya aku lanjutkan. Karena tujuanku masih Malioboro, dan Sunan Bayat. Ditunggu ceritaku!

TUNGGU LANJUTAN CERITA INI!!!






Terima kasih telah membaca, tinggalkan komentar ya!

2 komentar:

^_^ Komentar yang Baik ya! ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...